Pernahkah sobat eCampuz mendengar istilah tracer study? Tracer study adalah studi pelacakan untuk mengukur efektivitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Yang artinya akan berkaitan dengan situasi alumni pasca mereka selesai menempuh jenjang pendidikannya. Hal ini juga menjadi salah satu syarat kelengkapan dalam akreditasi perguruan tinggi.

Jadi, bagi kampus yang mendapatkan akreditasi unggul dari BAN-PT, sudah seharusnya menerapkan tracer study. Untuk tahu lebih jelas apa manfaat dari menerapkan tracer study dan mengapa sebaiknya kampus melaksanakannya secara serius, simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Tracer Study?

Sebelumnya, mari kita bahas terlebih dahulu bagian dasar dari tracer study. Pengertian tracer study adalah sebuah metode penelitian yang digunakan oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk melacak dan menganalisis perkembangan alumni mereka setelah lulus. Hal ini melibatkan pengumpulan data terkait dengan pekerjaan, pendidikan lanjutan, dan pencapaian lainnya dari lulusan perguruan tinggi tersebut. 

Hasil informasi yang didapatkan dari tracer study atau studi pelacakan akan memberikan wawasan berharga tentang sejauh mana kurikulum berpengaruh terhadap adaptasi lulusan perguruan tinggi di Indonesia ketika memasuki dunia kerja. Selain itu, adanya tracer study juga sebagai salah satu alat penilaian kinerja universitas melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. 

Hal ini sesuai dengan dikutip dari laman lldikti3.kemdikbud.go.id yang menyebutkan bahwa tracer studi merupakan metode untuk mengevaluasi karier maupun kondisi para lulusan dari suatu perguruan tinggi.

Masih Abai dengan Tracer Study? Simak Tujuan dan Manfaatnya bagi Kampus
Baca juga: Siap Bersaing di Dunia Kerja, Mahasiswa Harus Perhatikan Ini

Tujuan Menerapkan Tracer Study Bagi Perguruan Tinggi

Tujuan ditetapkannya Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 adalah untuk membantu kemajuan pesat sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 dan kebijakan Kampus Merdeka. 

Hal inilah yang mendasari tujuan tracer study dilakukan sebagai upaya memantau alumni pasca lulus. Selain itu, mengevaluasi bahwa kurikulum yang ditetap sudah sesuai dengan kebutuhan industri pekerjaan atau tidak. Sementara tujuan lain adanya tracer study adalah sebagai berikut.

1. Memahami Kualitas Pendidikan

Manfaat tracer study akan membantu perguruan tinggi menilai efektivitas program pendidikan mereka. Dengan melihat pencapaian alumni dalam hal pekerjaan dan pendidikan lanjutan, institusi dapat menilai sejauh mana lulusan mereka telah mendapatkan keterampilan maupun pengetahuan yang diperlukan untuk jenjang karir maupun studi lanjutan.

2. Meningkatkan Kualitas Kurikulum

Data yang diperoleh dari tracer study dapat membantu perguruan tinggi dalam menyesuaikan dan meningkatkan kurikulum. Manfaatnya supaya lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

3. Menyediakan Umpan Balik kepada Alumni

Alumni dapat diuntungkan dari tracer study karena mereka dapat menerima umpan balik tentang perkembangan pasca lulus. Tidak hanya itu saja manfaat tracer study juga akan membantu para alumni mendapatkan rekomendasi dan saran yang dapat membantu dalam mengembangkan karir.

4. Meningkatkan Keterlibatan Alumni

Tracer study juga dapat membantu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan alumni. Menjaga komunikasi dengan lulusan, harapannya perguruan tinggi dapat mempertahankan relasi yang kuat dan mendukung program-program yang melibatkan alumni.

Masih Abai dengan Tracer Study? Simak Tujuan dan Manfaatnya bagi Kampus
Baca juga: Webometrics Juli 2021, Kenali Metode Terbarunya, Raih Top Rankingnya!

Manfaat Tracer Study

Demi kemajuan pesat yang diharapkan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020―2024, tracer study yang menjadi salah satu poin dalam IKU (Indikator Kinerja Utama) Perguruan Tinggi perlu diterapkan setiap universitas negeri maupun swasta.

Selain sebagai sumber data alumni kampus, berikut ini manfaat dari diterapkannya tracer study selengkapnya. 

1. Evaluasi Kualitas Pendidikan

Tracer study tidak hanya menjadi salah satu cara mewujudkan target “Standar Emas” IKU, tapi juga evaluasi pendidikan tinggi. Hal ini terkait sejauh mana program pendidikan perguruan tinggi memberikan manfaat kepada alumni dalam mencapai tujuan karier dan pengembangan pribadi.

2. Memahami Tingkat Kepuasan Alumni

Tracer study memungkinkan perguruan tinggi untuk mendapatkan umpan balik langsung dari alumni mengenai pengalaman mereka selama belajar di kampus. Hal ini dapat membantu dalam memperbaiki atau meningkatkan kualitas layanan pendidikan di masa mendatang.

3. Penyusunan Program Pembelajaran yang Lebih Baik

Selain menjadi evaluasi pendidikan tinggi, data dari tracer study juga membantu universitas untuk menyusun program pembelajaran lebih baik. Yang artinya, pihak universitas negeri dan swasta bisa menyusun atau memodifikasi kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan maupun harapan pasar kerja berdasarkan data yang diperoleh.

4. Meningkatkan Keterlibatan Alumni

Tracer study juga bermanfaat sebagai alat untuk menjaga keterlibatan alumni dengan perguruan tinggi. Jadi pihak universitas bisa mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan atau memberikan masukan untuk peningkatan program.

5. Memperbaiki Strategi Pemasaran dan Komunikasi

Manfaat tracer study juga sebagai Corporate Communication Officer. Informasi dari tracer study dapat membantu sobat eCampuz dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mempromosikan citra baik perguruan tinggi.

6. Mengukur Kesiapan Kerja Alumni

Tracer study dapat membantu menilai sejauh mana lulusan perguruan tinggi siap untuk terjun ke dunia kerja. Hal ini dapat membimbing institusi dalam menyediakan bekal dan pengetahuan yang lebih relevan dengan tuntutan industri.

7. Peningkatan Reputasi Perguruan Tinggi

Tidak hanya sebagai evaluasi kurikulum yang ditetapkan tracer study juga bisa membantu meningkatkan citra baik kampus. Jadi, ketika hasil tracer study menunjukkan bahwa alumni perguruan tinggi sukses dan memuaskan, hal ini dapat meningkatkan reputasi institusi di mata masyarakat maupun calon mahasiswa.

8. Membangun Jaringan Profesional yang Lebih Kuat

Data dari tracer study dapat membantu dalam membangun jaringan alumni yang kuat. Hal ini memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara alumni dan mahasiswa saat ini.

Masih Abai dengan Tracer Study? Simak Tujuan dan Manfaatnya bagi Kampus
Baca juga: Daftar Persiapan Buat Mahasiswa Semester Akhir

Tantangan Menerapkan Tracer Study di Perguruan Tinggi

Meskipun tracer study memiliki manfaat yang jelas, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh perguruan tinggi dalam menerapkannya. Berikut ini adalah tantangan umum yang sering muncul saat penerapan tracer study.

  • Rendahnya respons alumni: Beberapa alumni mungkin tidak bersedia atau tidak mampu merespons permintaan informasi dari perguruan tinggi.
  • Biaya dan sumber daya: Melakukan tracer study memerlukan biaya dan sumber daya yang signifikan, terutama dalam hal teknologi dan personel.
  • Kesulitan melacak alumni: Alumni mungkin tersebar di berbagai lokasi geografis, membuat pelacakan mereka menjadi lebih sulit.
  • Waktu yang dibutuhkan: Mengumpulkan data dari lulusan memerlukan waktu yang cukup lama, dan hasilnya mungkin tidak segera tersedia.

Strategi Mencapai Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi

Tracer study adalah salah satu poin penting untuk membantu perguruan tinggi mencapai indikator kinerja utama mereka. Perguruan tinggi dapat mempertimbangkan beberapa strategi berikut ini supaya pencapaian IKU sesuai harapan.

  • Meningkatkan Partisipasi Alumni: Perguruan tinggi dapat memotivasi alumni untuk berpartisipasi dengan memberikan insentif atau manfaat, seperti pelatihan lanjutan atau layanan karier.
  • Kolaborasi dengan Alumni Associations: Kerja sama dengan asosiasi alumni dapat mempermudah proses pelacakan dan membangun hubungan yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan alumni.
  • Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi, seperti survei online atau platform media sosial, dapat membantu dalam pengumpulan data secara efisien.
  • Evaluasi Berkala: Perguruan tinggi harus secara berkala mengevaluasi hasil tracer study dan menggunakan temuan tersebut untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Dengan melaksanakan tracer study secara serius, perguruan tinggi dapat lebih memahami dengan baik dampak pendidikan dan memastikan bahwa kurikulum yang telah diterapkan membantu mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Hal ini bukan hanya investasi dalam masa depan mahasiswa, tetapi juga dalam reputasi universitas itu sendiri.